<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10001">
 <titleInfo>
  <title>Sistem Adaptive Streaming H.265 (High Efficiency Video Coding) Menggunakan IPv6 Pada Jaringan Politeknik Caltex Riau</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bagus Gunawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1420301012</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Perpustakaan Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii, 53hlm.; ilus.: 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam mengakses internet sebuah perangkat jaringan, memerlukan sebuah Internet Protocol (IP). IP terdiri dari dua macam yaitu IPv4 dan IPv6. Kebutuhan akan IP yang terlalu tinggi pada zaman ini membuat ketersediaan IP, khususnya IPv4 semakin sedikit. Kebutuhan akan IP yang terlalu tinggi pada zaman ini membuat ketersediaan IP, khususnya IPv4 semakin sedikit. Oleh karena itu diperlukan sebuah protokol yang bisa menampung Internet Protokol dalam skala yang besar yaitu IPv6 yang dapat menampung 3,4 x 1038 IP address. Pada penelitian ini implementasi IPv6 menggunakan metode Dual Stack dan mekanisme migrasi 6 to 4. Penelitian ini diuji pada layanan adaptive streaming (DASH) dengan pemanfaatan teknik kompresi video H.265 dengan jumlah 10 client yang diimplementasikan pada jaringan IPv4 dan IPv6 Politeknik Caltex Riau.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa Dual Stack memiliki throughput tertinggi sebesar 3,32 Mbps  dan nilai delay terbesar 12,10 ms pada IPv4. Persentase permintaan client terhadap kualitas video dengan bertambah jumlah client yang menyebabkan padatnya traffic jaringan. Pada percobaan dengan 10 client, permintaan untuk video  kualitas tinggi berkurang yang membuktikan bahwa DASH berhasil diimplementasikan. &#13;
Kata kunci: H.265, DASH, IPv4, IPv6, Dual Stack, Tunneling 6 to 4, QoS</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PA Teknik Elektronika Telekomunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>PA TET</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>PA TET</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1420301012</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator>PA TET</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10001</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-05-06 08:43:45</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-23 11:25:12</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>