<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10007">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Algoritma Penentuan Vertical Handover Dari WLAN To UMTS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Indra Kurniadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1420301029</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Perpustakaan Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii, 77hlm.; ilus.: 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan jaringan teknologi komunikasi seluler dan wireles pada saat ini membutuhkan akses layanan informasi dan akses layanan data yang besar.Perangkat yang digunakan pada saat ini memungkinkan pengguna untuk selalu terhubung ke internet. Sehingga meningkatkan trafik layanan internet,untuk mengatasi peningkatan trafik internet tersebut dibutuhkan pengalihan layanan dari WLAN ke UMTS yang merupakan salah satu alternatif bagi pengguna. Proses vertical handover dapat berlangsung secara terus menerus pada jaringan yang berbeda,namun proses ini  juga dapat membuat suatu jaringan memburuk, jika proses vertical handover secara terus menerus dalam rentang waktu yang sempit, oleh sebab pemilihan metode vertical handover diperlukan dalam suatu layanan. Berbagai metode dalam penentuan vertical handover yang ada pada umumnya ialah RSS(Receive Signal Strength). Setiap jaringan yang terkait dalam jaringan yang heterogen memiliki ambang batas yang berbeda dari RSS sehingga metode berbasis RSS mengarah ke handover tidak efisien, beban tidak seimbang, dan gangguan layanan. Algoritma multikriteria merupakan metode yang tepat untuk penentuan vertical handover karena ada lebih dari satu kriteria parameter. Algoritma multikriteria memiliki fleksibilitas sebagai pertimbangan untuk memutuskan jaringan terbaik. Dari hasil Analisis yang didapatkan  Algoritma Multikriteria Topsis Memiliki Pertimbangan dalam melakukan vertikal handover dibandingkan dengan algoritma berdasarkan RSS, Algoritma Multikriteria TOPSIS lebih efektif dibandingkan dengan algoritma berdasarkan RSS. Dengan menggunakan Algoritma TOPSIS proses vertikal handover yang terjadi dapat diminimalkan 90 % dibandingkan dengan proses vertikal handover berdasarkan RSS. &#13;
Kata kunci: Vertical Handover, WLAN, UMTS, RSS, MultiKriteria TOPSIS</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PA Teknik Elektronika Telekomunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>PA TET</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>PA TET</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1420301029</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator>PA TET</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10007</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-05-06 08:57:16</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-23 15:12:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>