<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10128">
 <titleInfo>
  <title>Implementasi Document Store Data Base Menggunakan Mongodb</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Annisa Mayasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1455301008</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Perpustakaan Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi, 80hlm.; 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Selama ini RDBMS telah menjadi solusi dari seluruh kebutuhan database. Akan tetapi, RDBMS memiliki keterbatasan dalam mengelola Big Data. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah teknologi baru dalam menangani Big Data. Penelitian ini telah melakukan pembangunan infrastruktur NoSQL menggunakan MongoDB. Infrastruktur yang dibangun terdiri dari dua jenis penyimpanan atau shard yakni standalone dan replica set. Infrastruktur yang telah dibangun kemudian dilakukan uji performa yang dilihat dari runtime, throughput, dan average latency menggunakan Yahoo! Cloud Serving Benchmark (YCSB). Pengujian ini dilakukan berdasarkan variasi jumlah shard (1, 2, dan 3 shard)  dan variasi ukuran data (500.000, 1.000.000, 1.500.000, 2.000.000 record )  yang digunakan. Pengujian menggunakan workload A, B, C, D, E, F, dan G yang terdapat pada YCSB, dan terdiri dari dua fase yakni load dan run. Dari hasil pengujian dapat dilihat bahwa runtime dipengaruhi oleh throughput dan average latency yang dimiliki. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh bahwa operasi read memiliki waktu yang lebih cepat sekitar 22,08 kali dari operasi update pada sharded cluster berbentuk replica set shard, dan operasi read juga lebih cepat sekitar 15,54 kali dibandingkan dengan operasi update pada sharded cluster berbentuk standalone shard.  Kata Kunci: Big Data, NoSQL, MongoDB</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PA Teknik Informatika</topic>
 </subject>
 <classification>PA TI</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>PA TI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1455301008</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator>PA TI</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10128</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-05-24 10:33:14</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-08-04 10:39:24</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>