<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10163">
 <titleInfo>
  <title>Implementasi Live Broadcasting Dengan Menggunakan Kamera Handphone</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fri Lando Rizkiawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1355301036</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Perpustakaan Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii, 134hlm.; ilus.: 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu tujuan penggunaan teknologi dalam pembuatan live broadcasting menggunakan kamera handphone untuk dapat membantu reporter dalam melakukan pengambilan berita. Pada kenyataannya, selama ini reporter kalau ingin mengambil berita selalu menggunakan kamera. Kendalanya apabila reporter tidak sedang membawa kamera, dan diwaktu yang bersamaan ada nya kejadian reporter hanya bisa merekam dan hasil rekaman itulah yang di tayangkan. Manfaat nya dapat menjadi alternatif bagi reporter dalam melakukan live broadcasting tanpa harus membawa kamera. Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian Quality of Service (Qos). Parameter yang digunakan pada QoS live broadcasting ini diantaranya adalah delay dan throughput. Dari hasil ratarata pengujian delay menggunakan jaringan lokal adalah 6,304s, sedangkan untuk throughput sebesar 69,314%. Untuk jaringan public rata-rata pengujian delay sebesar 17,289s  dan untuk throughput sebesar 42,248%. Pada throughput menggunakan  jaringan lokal dapat di kategori bagus sesuai dengan standar throughput yang menyatakan bahwa nilai throughput &gt;50% dikatakan dalam kategori bagus, sedangkan delay menggunakan jaringan lokal dapat di kategori sangat bagus sesuai dengan standar delay yang menyatakan bahwa nilai</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PA Teknologi Informatika</topic>
 </subject>
 <classification>PA TI</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>PA TI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1355301036</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator>PA TI</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10163</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-05-24 15:24:14</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-24 15:24:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>