<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12337">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Miftakul Janah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1620301028</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix, 50 hlm.; 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Manusia pada umumnya berpindah dari satu tempat ke&#13;
tempat lain dengan menggunakan gerakan kaki yang dalam&#13;
bahasa Inggris disebut sebagai gait (Stewart, I. &amp; Golubitsky,&#13;
2011). Pada manusia yang bipedal atau memiliki dua kaki, secara&#13;
umum gerakan kaki untuk berpindah ada dua jenis yaitu gerakan&#13;
secara out of phase dan in phase. Gerakan dimana kedua kaki&#13;
bergerak secara out of phase, yaitu keadaan dimana kedua kaki&#13;
melakukan hal yang sama tetapi menyentuh landasan pijak pada&#13;
waktu yang berbeda, contohnya berjalan dan berlari. Sedangkan&#13;
gerakan kedua kaki secara in phase, yaitu kedua kaki melakukan&#13;
hal yang sama pada waktu dan tempat yang sama contohnya&#13;
adalah pada waktu meloncat dimana kedua kaki mendorong tubuh&#13;
keatas pada waktu yang bersamaan. &#13;
pengembangan alas kaki cerdas yang bisa merekam pola jalan&#13;
kaki pemakainya ini diharapkan juga bisa memberi sumbangan&#13;
dalam memperkaya nilai ilmiah dan inovasi pada industri alas&#13;
kaki sehingga bisa meningkatkan daya saingnya dan nilai tambah&#13;
yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&#13;
Penelitian ini sendiri terkait dengan bidang prioritas Program&#13;
Insinas berdasarkan Rencana Induk Riset Nasional, point 1.3&#13;
Fokus Riset Kesehatan-Obat, dengan tema riset teknologi alat&#13;
kesehatan dan diagnostik, pengembangan alat elektromedik.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Sensor FSR 400, sensor FSR 402, gait, gerakan kaki</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>KP Teknik Elektronika Telekomunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KP1620301028</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12337</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-08 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-17 14:38:18</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>