<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13632">
 <titleInfo>
  <title>Implementasi Kubernetes Cluster Menggunakan Lxd Container</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sarah Syifa Putri Nasution</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1755301038</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv, 65 hlm.; 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan layanan cloud computing dapat memudahkan client untuk mengakses data dan informasi tanpa harus menginstall aplikasi. Penyebabnya peningkatan jumlah request client yang akan mengakibatkan beban server menjadi lebih berat dan mengakibatkan overload. Teknologi cluster hadir untuk menangani beban kerja server yang meningkat akan dibagi secara merata atau seimbang kepada masing-masing server. Namun, untuk menjalankan clustering, membutuhkan sebuah platform yang dinamakan Kubernetes. Kubernetes digunakan untuk manajemen container, untuk menjalankan sebuah clustering menggunakan Kubernetes dibutuhkan virtualisasi yang menggunakan LXD. Pada proyek akhir ini dibandingkan performa layanan model konvensioanl dan Kubernetes cluster. Diperoleh hasil pengujian kedua server saat server dalam keadaan standby, teknologi yang menggunakan CPU dan memory paling tinggi adalah Kubernetes cluster yang mencapai 104% pada penggunaan CPU, sedangkan penggunaan memori yaitu 28%. Hal ini disebabkan terdapat node-node yang berjalan diatas mesin virtual. Pada saat server busy, teknologi konvensional adalah penggunaan CPU dan memory paling tinggi, yang mencapai 1289% pada penggunaan CPU sedangkan penggunaan memori yaitu 46%. Dikarenakan request klien yang tinggi dapat meningkatkan sumber daya CPU dan memory.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PA Teknik Informatika</topic>
 </subject>
 <classification>PA TI</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>PA TI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1755301038</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="12522" url="" path="KP_PA/POSTER/PA1755301038_poster_pa.png" mimetype="image/png">Poster - IMPLEMENTASI KUBERNETES CLUSTER MENGGUNAKAN LXD CONTAINER</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13632</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-21 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-14 08:50:10</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>