<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13707">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andrian Alpery</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1755301012</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiii, 40 hlm.; 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam proses pengembangan perangkat lunak saat ini yaitu proses build, testing, dan deployment pada umumnya dilakukan secara konvensional. Proses build dan testing perangkat lunak dilakukan secara terpisah oleh tim pengembang dan pengujian. Setelah proses build dan testing selesai, kemudian perangkat lunak diserahkan kepada tim operasional untuk melakukan deployment. Hal ini memerlukan waktu lebih lama karena proses tersebut dilakukan dengan cara berulang kali secara manual. CI/CD adalah konsep yang diimplementasikan sebagai sebuah proses yang dapat membantu pengembang aplikasi untuk menggabungkan kode yang baru dengan kode utama, kemudian memudahkan untuk melakukan serangkaian test pada setiap stage yang ada, dan diakhiri dengan proses deployment. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan dan menganalisa kualitas, waktu yang dibutuhkan, dan proses otomatisasi pada proses pengembangan aplikasi web mulai dari build, testing, dan deploy dengan metode CI/CD menggunakan Docker dan Jenkins. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan pada pengembangan aplikasi web yang menggunakan framework CodeIgniter dalam 10 kali deployment adalah sebagai berikut: rata-rata waktu yang dibutuhkan jenkins dalam melakukan proses deployment jenkins pipeline adalah selama 1 menit 58 detik, dengan tingkat keberhasilan sebesar 90%, 78 bugs, dan selama melakukan pengujian hanya sekali terjadinya kegagalan dalam proses deployment.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PA Teknik Informatika</topic>
 </subject>
 <classification>PA TI</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>PA TI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1755301012</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="12735" url="" path="KP_PA/POSTER/PA1755301012_poster_pa.png" mimetype="image/png">Poster - Implementasi CI/CD Dalam Pengembangan Aplikasi Web Menggunakan Docker dan Jenkins</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13707</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-08-20 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-29 11:17:28</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>