<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13759">
 <titleInfo>
  <title>Implementasi Openshift Cluster Menggunakan KVM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sari Fauzia Elza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1755301082</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv, 80 hlm.; 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dewasa ini, perkembangan teknologi meningkat pesat salah satunya pada Cloud computing yang tersimpan pada server. Semakin banyak pengguna yang mengakses layanan tersebut akan mengakibatkan beban server menjadi lebih berat. Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi cluster. Dengan teknologi cluster setiap request yang masuk akan dibagi secara merata atau seimbang kepada masing-masing server. Namun, untuk menjalankan sebuah cluster, maka dibutuhkan sebuah software cluster orchestration. Pada proyek akhir ini membandingkan dua orcherstration yaitu Openshift dan Kubernetes. Teknologi virtualisasi yang digunakan adalah virtualisasi Kernel-Based Virtual Machine (KVM). Pada proyek akhir ini membandingkan latency, pemakaian CPU, dan pemakaian memory saat mengakses halaman web antara teknologi Openshift cluster dan Kubernetes cluster. Diperoleh hasil pengujian latency tertinggi yaitu 18201 ms oleh Kubernetes cluster dan latency terendah yaitu 1374 ms oleh teknologi Openshift cluster. Latency dari Openshift cluster lebih rendah dikarenakan node dibedakan menjadi compute, infra, dan controller. Latency yang baik yaitu latency rendah karena dapat membuka halaman web lebih cepat Dalam keadaan standby, pemakaian CPU terendah dan pemakaian memory terendah adalah Openshift cluster yaitu 0,13% dan 60%, hal ini dikarenakan dalam teknologi Openshift cluster setiap node dibedakan menjadi compute, infra, dan controller. Dalam keadaan busy, pemakaian CPU tertinggi dan memory tertinggi adalah Kubernetes cluster yaitu 75,14% dan 98%, hal ini disebabkan dalam Kubernetes tidak adanya pembagian node.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PA Teknik Informatika</topic>
 </subject>
 <classification>PA TI</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>PA TI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1755301082</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="12990" url="" path="KP_PA/POSTER/PA1755301082_poster_pa.png" mimetype="image/png">Poster - Implementasi Openshift Cluster Menggunakan KVM</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13759</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-08-30 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-29 10:19:38</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>