<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13767">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Reyhan Jovie Dwiputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1755301106</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkmebangan teknologi informasi saat ini semakin meningkat, salah satunya yaitu pada lingkup pengembangan perangkat lunak. Dalam proses deployment perangkat lunak, pengembang biasanya melakukannya secara konvensional. Namun cara ini sangat memakan waktu, dikarenakan proses pengembangan dan deployment yang memakan waktu. Pihak pengembang akan terus melakukan proses yang sama, seperti menggunakan aplikasi file sharing untuk mengirim kode program ke setiap server. Hal ini akan memakan banyak waktu untuk mendistribusikan kode program ke setiap server, dan melakukan konfigurasi khusus untuk menyesuaikan dengan aplikasi yang sedang dikembangkan. Oleh sebab itu diperlukannya sebuah teknik agar bisa mempercepat proses build dan deploy, namun tanpa mengurangi kualitasnya. Maka muncul teknik Continuous Integration (CI), Continuous Delivery (CDE), dan Continuous Deployment (CD) yang mana membantu perusahaan untuk meningkatkan proses develop dan release produk dengan cepat tanpa mengurangi kualitas. Hal ini juga didukung dengan munculnya teknik virtualisasi pada level aplikasi, seperti Docker. Pihak pengembang dapat melakukan build dan deploy yang terintegrasi dengan version control system seperti GitLab. GitLab adalah sebuah manajer repository Git berbasis web yang salah satu fiturnya adalah CI/CD dengan Docker. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwasanya dengan menggunakan CI CD dan Docker mampu mempercepat proses deployment aplikasi dan dengan tingkat keberhasilan 100%. Hal ini didukung juga oleh respon dari seluruh narasumber yang sepakat bahwasanya CI CD dan Docker mampu mempercepat proses deployment sebuah aplikasi.</note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1755301106</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="12763" url="" path="KP_PA/POSTER/PA1755301106_poster_pa.png" mimetype="image/png">Poster - Penerapan CI/CD dalam Pengembangan Aplikasi Web Menggunakan Docker dan Gitlab</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13767</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-08-30 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-08-30 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>