<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14034">
 <titleInfo>
  <title>Penggunaan Sensor Vibrasi Sebagai Pendeteksi Getaran Dan Pengaman Turbin Di PLTG Pt. Radiant Utama Interinsco., Tbk Duri, Riau</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Naufal Azfi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1721412027</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x, 73 hlm.; 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada laporan Kerja Praktek ini penulis dapat menyimpulkan beberapa hal, yaitu: &#13;
1) Pada turbin di PLTG PT. Radiant Utama Interinsco menggunakan sensor vibrasi pabrikan Avitec Inc. Yang memiliki tipe 4033-400 velocity transducer.&#13;
2) Sensor vibrasi ini diletakkan di bagian body turbin bagian samping untuk mengetahui guncangan/getaran yang ditimbulkan oleh turbin ketika beroperasi. &#13;
3) Apabila sensor vibrasi 4033-400 velocity transducer ini ditempatkan pada bagian mesin yang bergetar, maka tranduser inipun akan ikut bergetar, sehingga kumparan yang ada di dalamnya akan bergerak relatif terhadap medan magnet akan menghasilkan tegangan listrik pada ujung kawat kumparannya. &#13;
4) Apabila turbin bergetar mencapai getaran 20 mm/s, maka kinerja turbin akan trip atau berhenti beroperasi secara bertahap. Kondisi ini menandakan bahwa getaran turbin sudah berbahaya dan tidak layak untuk tetap dioperasikan supaya tidak terjadi kerusakan pada bagianbagian turbin tersebut dan membahayakan sekitarnya. Kondisi trip tidak akan langsung terjadi pemadaman di daerah yang disuplai, karena jaringan listrik memiliki sistem interkoneksi antar beberapa pembangkit listrik.&#13;
5) Getaran turbin yang terdeteksi oleh sensor vibrasi 4033-400 velocity transducer pada skala kurang dari 15 mm/s merupakan kondisi normal, lalu ketika telah mencapai kondisi getaran pada skala 15 mm/s hingga kurang dari 20 mm/s maka mengindikasikan alarm tetapi turbin masih layak beroperasi, namun ketika getaran telah mencapai nilai 20 mm/s maka PLTG akan trip/berhenti beroperasi secara bertahap.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>KP Teknik Mekatronika</topic>
 </subject>
 <classification>KP TM</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>KP TM</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KP1721412027</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14034</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-15 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-06 15:28:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>