<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14316">
 <titleInfo>
  <title>Sistem Kontrol Suhu pada Pemasak Mesin Peembuat Sari Kedelai Untuk Meningkatkan Kualitas Produktivitas Sari Kedelai</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anis Pramestya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1821412037</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv, 55 hlm.; 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>UMKM Teknong Soya Bangkinang merupakan produsen pengolah&#13;
sari kedelai yang ada di Riau dengan kebutuhan produksi sari kedelai&#13;
sebanyak 36 liter per-hari dengan proses pemasakan sari kedelai&#13;
yang masih terbatas, dilakukan secara tradisional dan dalam sekali&#13;
proses hanya mampu menghasilkan 9 liter sari kedelai matang serta&#13;
UMKM sendiri belum mampu untuk melakukan pengaturan suhu&#13;
dalam proses pemasakan sari kedelai. Hal ini dapat diringankan&#13;
dengan sistem kontrol suhu pada pemasak sari kedelai. Sistem&#13;
kontrol ini dibuat untuk meningkatkan produktivitas pemasakan sari&#13;
kedelai. Cara kerja sistem ini yaitu kompor dapat menyala dan mati&#13;
secara otomatis serta dapat mengatur nyala api pada proses&#13;
pemasakan dimana jika suhu telah mencapai 70ËšC maka nyala api&#13;
mengecil untuk mengatur kenaikan suhu hingga sari kedelai matang&#13;
di suhu 80ËšC dan sensor suhu akan membaca berapa kenaikan nilai&#13;
suhu tiap menitnya dan besar suhu tersebut kemudian ditampilkan&#13;
pada LCD. Dari pengambilan data yang dilakukan pada alat sistem&#13;
kontrol suhu pada pemasak sari kedelai ini telah berhasil menerapkan&#13;
sistem kompor otomatis dimana waktu rata-rata agar kompor dapat&#13;
menyala yaitu 0, 19 detik dengan posisi katup saat proses pemasakan&#13;
yaitu sebesar 60Ëš dan 65Ëš untuk menghasilkan nyala api yang lebih&#13;
kecil serta pembacaan suhu yang akurat yaitu sebesar 99,22%.&#13;
Kata kunci: Sari Kedelai, Pemasakan, kompor otomatis, Kontrol&#13;
suhu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>KP Teknik Mekatronika</topic>
 </subject>
 <classification>KP TM</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>KP TM</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1821412037</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="14342" url="" path="KP_PA/POSTER/PA1821412037_poster_pa.jpg" mimetype="image/jpeg">Poster - Sistem Kontrol Suhu pada Pemasak Mesin Peembuat Sari Kedelai Untuk Meningkatkan Kualitas Produktivitas Sari Kedelai</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14316</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-09 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-06 15:35:30</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>