<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14598">
 <titleInfo>
  <title>Implementasi Continuous Delivery dengan Zero - Downtime Rolling Update Menggunakan Ansible</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kiki Harapan Hutapea</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1855301002</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiii, 64 hlm.; 20.5 x 14.5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Saat ini setiap organisasi membutuhkan aplikasi untuk memberikan layanan pada pelanggan mereka. Faktanya, 62% organisasi mengatakan aplikasi itu penting untuk bisnis mereka, dan 36% lebih lanjut mengatakan aplikasi memberikan keunggulan kompetitif. Hal ini membuat perusahaan dituntut untuk memberikan inovasi secara cepat demi memberikan kepuasan dan kenyamanan bagi pelanggannya. Untuk merespons tuntutan tersebut, maka organisasi perlu melakukan pengiriman pembaruan aplikasi lebih sering. Dalam proses pengiriman tradisional, setiap proses pengiriman dimulai dengan persyaratan yang ditentukan oleh pelanggan dan berakhir pada produksi. Kelemahan pada pengiriman tradisional adalah lambannya proses pengiriman, dimana proses pengiriman dilakukan secara manual dan berbasis langkah  berpotensi menyebabkan titik kegagalan serta kesalahan manusia yang berdampak pada penundaan atau penghentian total sistem. Teknik Countinuous Delivery hadir untuk membantu organisasi mempercepat proses pengiriman aplikasi mereka ke pelanggan. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membangun Continuous Delivery  dengan zero-downtime adalah Ansible. Berdasarkan hasil pengujian, Ansible berhasil menjaga ketersediaan layanan dengan persentase uptime sebesar 100%. Serta mampu mempercepat waktu deployment sebesar 48%. Dari pengujian beban didapatkan bahwa 1 buah  server mampu menangani beban sebesar 2000 user per 5 menit dengan persentase keberhasilan sebesar 99%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PA Teknik Informatika</topic>
 </subject>
 <classification>PA TI</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>PA TI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1855301002</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="14926" url="" path="KP_PA/POSTER/PA1855301002_poster_pa.png" mimetype="image/png">Poster - Implementasi Continuous Delivery dengan Zero - Downtime Rolling Update Menggunakan Ansible</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14598</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-12 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-10 11:58:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>