<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14669">
 <titleInfo>
  <title>Penerapan Teknologi Motion Capture Pada Cerita Rakyat Asal Usul Batu Ampar Dalam Bentuk Animasi 3D</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Wahyu Kurniawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1855301001</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv, 88 hlm.; 20.5 x 14.5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam pembuatan animasi terdapat beberapa metode diantaranya Inverse Kinematik, Pose to Pose, Motion Capture dan Frame by Frame. Pada metode-metode tersebut terdapat beberapa kelemahannya, salah satunya terkait dengan efisiensi waktu dalam pengerjaannya yang cenderung panjang dan lama. Motion capture dapat mempersingkat waktu pengerjaannya, hanya dengan merekam gerakan aktor menggunakan OptiTrack, hanya dengan merekam gerakan aktor menggunakan OptiTrack yang dimana aktor akan menggunakan alat motion suit dengan beberapa marker motion yang melekat pada motion suit lalu dihubungkan dengan aplikasi Motive agar rekaman gerakan dapat diimplementasikan. Asal Usul Batu Ampar menarik untuk diangkat sebagai studi kasus karena pesan-pesan yang disampaikan memiliki nilai budaya positif yang bisa diambil oleh masyarakat. Berdasarkan penelitian ini, didapatkan bahwa alat OptiTrack telah mampu menangkap gerakan aktor dengan baik. Hal ini dipengaruhi oleh 1 set marker sebanyak 41, 6 kamera dengan jarak kamera ke aktor 2,5 meter dan waktu kalibrasi kamera selama 7 menit. Hasil dari penerapan teknologi motion capture ini mengeluarkan output Film Animasi 3D Cerita Rakyat Asal Usul Batu Ampar dengan akurasi gerakan sebesar 83%. Berdasarkan hasil dari pengumpulan kuisioner, terdapat 87,3% yang setuju bahwa Film Animasi 3D Cerita Rakyat Asal Usul Batu Ampar sudah terkesan realistis.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PA Teknik Informatika</topic>
 </subject>
 <classification>PA TI</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>PA TI</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1855301001</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="15328" url="" path="KP_PA/POSTER/PA1855301001_poster_pa.png" mimetype="image/png">Poster - Penerapan Teknologi Motion Capture Pada Cerita Rakyat Asal Usul Batu Ampar Dalam Bentuk Animasi 3D</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14669</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-26 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-10 15:26:27</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>