<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14686">
 <titleInfo>
  <title>Pelaksanaan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2tl) Di Pt. Pln (Persero) Ulp Pekanbaru Kota Barat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nuraini Maulia Salwatilla</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1820301038</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi, 78 hlm.; 20 x 14 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hampir semua aktivitas manusia memerlukan listrik. Oleh karenanya, PLN mencoba untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut secara maksimal. Namun PLN juga menyadari akan banyaknya permasalahan terkait dengan penyediaan listrik di masyarakat. Salah satu penyebab permasalahan tersebut adalah tingginya tingkat kehilangan daya baik karena faktor teknis maupun non teknis. Salah satu penyumbang tingginya losses (kehilangan daya) adalah tindakan ilegal yang dilakukan oleh sebagian konsumen listrik yang memiliki maksud tidak baik terhadap penggunaan listrik. Oleh karena itu dalam rangka menekan losses dari faktor non-teknis ini, PLN mengeluarkan kebijakan berupa program Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik atau disebut P2TL. Tata cara pelaksanaan P2TL terdiri dari 3 tahap yaitu, Tahap Pra Pemeriksaan, Tahap Pemeriksaan, dan Tahap Pasca Pemeriksaan. Terdapat 2 jenis temuan, yaitu kelainan dan pelanggaran. Terdapat 4 Golongan Pelanggaran Pemakaian Tenaga Listrik, yaitu Golongan PI, PII, PIII, dan PIV. Temuan yang paling banyak didapatkan sejak bulan Maret sampai Juni adalah golongan PII dengan jumlah 24 temuan. Sedangkan temuan yang paling sedikit adalah golongan PI dan PIV masing-masing dengan jumlah 1 temuan. P2TL berkontribusi menambal susut non-teknis di ULP Pekanbaru Kota Barat, dari bulan Maret hingga Juni sebesar 446.941 kWh, dengan pendapatan yang paling banyak didapatkan pada bulan Maret sebanyak 129.662 kWh. Sedangkan pendapatan yang paling sedikit didapatkan pada bulan Mei sebanyak 92.280 kWh.&#13;
Kata kunci: ULP Pekanbaru Kota Barat, P2TL, Golongan Pelanggaran, Pendapatan kWh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>KP Teknik Elektronika Telekomunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>KP TET</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>KP TET</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KP1820301038</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14686</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-29 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-24 14:44:10</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>