<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15063">
 <titleInfo>
  <title>Mesin Penyortir Biji Kopi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Satria Efendi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1921412044</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi merupakan salah satu minuman yang paling digemari di dunia, minuman kopi ini dihasilkan dari biji kopi. Dalam pengklasifikasian nya, biji kopi menjadi dua yaitu biji kopi Arabika dan Robusta. Adapun klasifikasi ukuran biji kopi tersebut menurut SNI (Standart Nasional Indonesia), yaitu untuk biji kopi robusta pengolahan memiliki diameter lebih dari 7,5 mm untuk ukuran besar, 6,5-7,5 mm untuk ukuran sedang, 5,5-6,5 mm untuk ukuran kecil. Proses pengayakan biji kopi  dilakukan dengan beberapa tahapan mulai dari masukan biji kopi ke dalam tempat penampungan, proses sortir ini melibatkan 3 buah tempat penampungan yang berfungsi menampung biji kopi yang memiliki ukuran berbeda. Mesin ini memiliki 3 penyaringan yaitu ayakan 1 untuk menyortir biji kopi ukuran 8 mm, ayakan 2 untuk menyortir biji kopi ukuran 7 mm dan ayakan 3 untuk menyortir biji kopi ukuran 6 mm, pada ayaakan ketiga juga mengeluarkan ukuran biji kopi yang tidak inginkan. Proses kegiatan ini masih dilakukan secara manual, sehingga memakan waktu yang lama dalam proses pemisahannya berdasarkan ukuran. Alat yang dibuat telah berhasil diuji berdasarkan pengujian kapasitas terhadap waktu penyortiran. Pada percobaan menggunakan berat biji kopi 1kg- 5kg dimana 1kg memakan waktu penyortiran 1,17 menit, 2kg memakan waktu 1,50 menit,3kg memakan waktu 2,10 menit,4kg memakan waktu 3,15 menit, dan 5kg memakan waktu 4,10 menit.</note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1921412044</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="15912" url="" path="KP_PA/POSTER/PA1921412044_poster_pa.PNG" mimetype="image/png">Poster - Mesin Penyortir Biji Kopi</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>15063</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-13 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-13 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>