<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15067">
 <titleInfo>
  <title>Proses Pembangunan Jaringan Ftth Pada Daerah Cluster Kubang Atas Pt Indonesia Comnets Plus Sbu Regional Sumbagteng</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nanda Eka Saputri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1820301015</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi, 62 hlm.; 20 x 14 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fiber To The Home menggunakan koneksi Internet broadband yang memakai kabel serat optik untuk pengguna personal atau rumahan. Seperti yang sudah diketahui, sistem berbasis optik dapat menghantarkan beragam informasi digital. kabel serat optik bisa mengangkut data hingga 2,5 Gbps untuk jarak (200 km) artinya dengan jarak 80 kali lebih panjang kabel serat optik mampu mengangkut data lebih dari 1.500 kali sistem pembangunan jaringan FTTH. Dimulai dari adanya permintaan pemasangan internet oleh pelanggan lalu tim pembangunan dari PT. Icon+ Pekanbaru melakukan survei pasar untuk melihat lokasi mana yang pas dan sesuai di bangun FTTH tersebut. Setelah dilakukan survei pasar kemudian dilakukan design on desk dengan menggunakan Google Earth untuk melihat jalur dan titik yang sesuai dalam pembangunan yang akan dilakukan.Lalu selanjutnya survey detail, yang dimana dalam tahap ini dilakukan pen-taging-an tiang dengan menggunakan garmin dan untuk melihat infrastruktur apa saja yang sudah ada maupun belum ada pada tiang-tiang PLN tersebut. Setelah didapat data yang lebih konkrit dari survei detail, maka dilakukan desain dengan menggunakan Google Earth dan Map Source. Setelah tahap pembangunan selesai, maka pengambilan data OPM pun dilakukan, dan mitra men-submit dokumen ISP ke kantor Icon. Setelah itu para tim penanggung jawab dari kantor icon akan melakukan QC atau Quality Control Kemudian akan dilakukan Quality Control untuk memastikan apakah jaringan yang dibangun sudah sesuai dengan standar &#13;
&#13;
Kata kunci: FTTH, Google Earth, Maps Source, Quality Control</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>KP Teknik Elektronika Telekomunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>KP TET</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>KP TET</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KP1820301015</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>15067</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-13 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-23 10:27:54</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>