<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6948">
 <titleInfo>
  <title>Squence monitoring menggunakan HMI untuk proses troubleshooting pada fasilitas enclosed flare</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Topa budiyono</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1220301411</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pustaka Politeknik Caltex Riau</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>Jumlah Halaman : 32 | Ukuran : 21x29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Setiap fasilitas industri selalu ditargetkan untuk beroperasi tanpa unplanned&#13;
shutdown. Salah satunya adalah fasilitas pembakaran waste gas di area 8 Duri&#13;
Field yang disebut Enclosed Ground Flare ( EGF ). Namun faktanya, fasilitas&#13;
apapun selalu punya peluang untuk terjadinya kegagalan dan kerusakan.&#13;
Meskipun begitu, tetap diharapkan agar kerusakan yang terjadi pada peralatan&#13;
dapat diatasi dengan cepat sehingga fasilitas tidak akan shutdown untuk waktu&#13;
yang lama. Kondisi saat ini, EGF di area 8 Duri Field memiliki indikator yang&#13;
sangat terbatas pada panelnya sehingga tidak dapat menampilkan berbagai kondisi&#13;
kegagalan peralatan pendukung EGF yang menyebabkab EGF shutdown. Hal ini&#13;
tentunya berpotensi membuat downtime EGF lebih lama sebab crew maintenance&#13;
/ teknisi akan mengalami kendala untuk menemukan akar permasalahan. Maka&#13;
untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan tool atau perangkat tambahan yang dapat&#13;
mempercepat proses troubleshooting dalam rangka meningkatkan availability dari&#13;
EGF. Dengan menggunakan Sequence Monitoring berupa tampilan yang&#13;
informatif pada HMI, dapat dengan cepat diketahui secara tepat penyebab&#13;
kegagalan yang membuat fasilitas EGF shutdown. Sehingga waktu yang&#13;
dibutuhkan bagi crew maintenance dalam melakukan troubleshooting menjadi&#13;
lebih efektif dan efisien. Melalui HMI yang terhubung dengan PLC pada fasilitas&#13;
EGF, akan didapatkan status realtime dari semua device dan parameter yang&#13;
berkaitan dengan EGF meliputi permissive, alarm, dan upset condition yg terjadi&#13;
pada EGF.&#13;
Kata kunci: EGF, Troubleshooting, HMI.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PA Teknik Elektronika Telekomunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>PA TET</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>PA TET</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1220301411</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (Rak R)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6948</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-03-21 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-01 11:34:16</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>