<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7698">
 <titleInfo>
  <title>Implementasi Wireless Mesh Pada Smart City</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sarah Hartini Kacaribu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1220402023</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>Jumlah Halaman : 40 | Ukuran : 21x14 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Seiring  perkembangan  teknologi,  wireless  dalam  jaringan  komputer &#13;
yang digunakan user untuk teknologi dengan kemampuan reliabilitas &#13;
yang  tinggi  juga  semakin  meningkat.  Hal  ini  menjadikan  banyak &#13;
perusahaan yang bekerja dalam bidang teknologi membangun &#13;
jaringan yang tepat dan efektif bagi penggunanya. Smart city &#13;
merupakan  sebuah  kota  pintar  yang  menggunakan  wireless  mesh &#13;
sebagai  alat pentransmisian informasi. Pembangunan wireless mesh &#13;
pada smart city ini dilakukan karena wireless mesh memiliki &#13;
kemampuan  self-healing.  Kemampuan  ini  merupakan  kemampuan &#13;
memperbaiki diri sendiri dimana jika terdapat node yang rusak maka &#13;
re-routing mencari node yang lain untuk mentransmisikan informasi &#13;
ke tujuan sehingga proses pengiriman informasi akan tetap &#13;
berlangsung. Pembangunan wireless mesh dibangun dengan &#13;
menggunakan  beberapa  access  point  yang  telah  dipasang  antena &#13;
omnidirectional  dan  dibantu  dengan  protokol  Optimized  Link  State &#13;
Routing  (OLSR).  Protokol  ini  membantu  wireless  mesh  dalam  hal &#13;
pentransmisian dan keamanan data.  Hal ini dikarenakan OLSR &#13;
memiliki kemampuan menjaga informasinya walaupun terjadi &#13;
perpindahan node pada saat pentransmisian berlangsung. Hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa delay terkecil terdapat saat client &#13;
berada  di  node  3  yaitu  0,00986  s  dengan  throughput  sebesar  0,406 Mbps. Hal ini menyebabkan persentase loss yang diperolh kecil yaitu 63,49%. Untuk pentrasmisian data jika jarak antar node semakin jauh maka  data  yang  dikirimkan  akan  mengalami  kualitas  gambar  yang kurang baik dan delay yang sangat besar. &#13;
 Kata kunci - Wireless mesh, OLSR, self-healing, delay , troughput</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PA Teknik Telekomunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>PA TT</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>PA TT</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1220402023</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (Rak R)</sublocation>
    <shelfLocator>PA TT</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7698</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-03-21 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-22 17:46:13</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>