<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9214">
 <titleInfo>
  <title>Wireless Power Transfer Berbasis Osilator Armstrong</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Boby Mandala Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1420402006</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>Jumlah Halaman : 41 | Ukuran : 21x15 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
Energi listrik merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting&#13;
dalam kehidupan manusia saat ini, dimana pada saat ini penggunaan&#13;
energy listrik masih menggunakan kabel listrik. Namun pengiriman&#13;
energi listrik dikembangkan sampai saat ini adalah listrik wireless atau&#13;
tanpa kabel. Transfer energi listrik wireless memiliki beberapa&#13;
kelebihan dibandingkan menggunakan kabel yaitu dapat&#13;
meningkatkan kenyamanan dalam penggunaan peralatan listrik dan&#13;
mengurangi sampah elektronik. Pada tugas akhir ini metode yang&#13;
digunakan untuk mengirimkan energy listrik tanpa kabel yaitu&#13;
menggunakan teknik resonansi induktif medan elektromagnetik. Yang&#13;
dimana dibuat rangkaian pengirim yaitu rangkaian osilator arsmtrong&#13;
dan dua buah kumparan tembaga untuk menghasilkan induksi&#13;
bersama yang mana hasilnya dapat dilihat pada rangkaian penerima.&#13;
Dimana poroses awal adalah rangkaian osilator membangkitkan&#13;
frekuensi yang ditransmisikan melalui koil pengirim berdiameter 11,5&#13;
cm dengan jumlah lilitan 150 lilitan dan frekuensi yang ditansmisikan&#13;
adalah 152 Hz dengan tegangan Vp-p 51,2 V. Dimana frekuensi yang&#13;
ditransmisikan dari coil pengirim akan diterima oleh coil penerima&#13;
yang berdiameter 15,5 cm dengan jumlah lilitan 200 lilitan, Pada coil&#13;
penerima ini mendapatkan hasil yang optimum. Hal ini dikarenakan&#13;
terdapat banyaknya fluks magnetic yang tercover dengan coil&#13;
penerima yang lebih besar dari coil pengirim. Hasil optimum yang&#13;
didapatkan pada rangkaian penerima adalah 9 Vp-p pada jarak 1 cm,&#13;
dan jarak maximal energy listrik yang dapat ditransferkan adalah 18&#13;
cm.&#13;
Kata kunci: Osilator Armstrong, Rangkaian Penerima, Transfer&#13;
Energi Wireless.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PA Teknik Telekomunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>PA TT</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1420402006</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (Rak R)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9214</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-03-21 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-28 14:30:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>