<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9986">
 <titleInfo>
  <title>Peredaman Spuriuos Emission Menggunakan Parasitic Element Untuk Mobile Phone</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Christian Yurianja</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1456401016</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Perpustakaan Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xv, 59hlm.; ilus.: 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Seiring perkembangan zaman, masyarakat membutuhkan sarana komunikasi yang cepat dan tidak terbatas oleh jarak dan waktu. Karenanya, dalam dua dekade terakhir perangkat seluler secara signifikan menjadi pilihan masyarakat. Semakin banyaknya penggunaan perangkat seluler sebagai sarana berkomunikasi pada akhirnya menimbulkan Electromagnetic Interference (EMI) Radiated Spurious Emission (RSE), yang berasal dari komponen non linear pada tahap amplifikasi dari sistem pemancar Radio Frequency (RF). RSE yang dihasilkan tersebut akan menyebabkan gangguan pada sistem, sehingga perlu dilakukan peredaman agar tidak menimbulkan gangguan yang merugikan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada penelitian ini diusulkan open stub ¼ λ sebagai parasitic element untuk mengurangi RSE pada frekuensi jaringan GSM 1800 tersebut di bawah batas daya RSE 3GPP TS 51.010. Untuk membuktikan apakah efek dari desain yang diusulkan mampu menambah redaman sesuai standar RSE 3GPP TS 51.010, open stub dikombinasikan dengan antena dan low pass filter dari FEM yang kemudian difabrikasi dan diukur level daya EMI pada frekuensi harmoniknya. Setelah dilakukan penelitian, hasil pengukuran menunjukkan bahwa DUT antena, LPF dan open stub  menaikkan daya pada frekuensi harmonik pertama sebesar 12,6 dBm dan meredam daya EMI pada frekuensi harmonik kedua sebesar 7,4 dBm dan pada frekuensi harmonik ketiga sebesar 0,19 dBm.  &#13;
 &#13;
Kata kunci : Spurious emission, open stub, GSM, komponen nonlinear</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>PA TET</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>PA TET</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1456401016</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator>PA TET</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9986</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-05-06 08:01:05</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-24 15:28:24</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>