<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9996">
 <titleInfo>
  <title>Miniaturisasi Circular Patch Antena Mikrostrip 900MHz Menggunakan Metode Slit</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nisrina Syifa Wulandari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1420301042</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Pekanbaru</placeTerm>
   <publisher>Perpustakaan Politeknik Caltex Riau</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii, 70hlm.; ilus.: 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan komunikasi tanpa kabel tidak terlepas dari adanya perangkat antena. Antena pada saat ini banyak digunakan sebagai sarana untuk komunikasi pada jaringan GSM yang saat ini masih mendominasi pengguna perangkat telekomunikasi pada frekuensi 900 MHz. Pada penelitian ini, antena yang dirancang menggunakan Patch circular dengan frekuensi kerja 900 MHz,  jenis substrat yang digunakan RT Duroid 5880, h (ketebalan) 1,57 mm dengan permittifitas dielektrik 2,2. Desain antena awal yang menggunakan pencatuan feedline diubah menjadi proximity coupled, hal ini berguna untuk menekan back lobe yang dihasilkan pada antena sehingga gain berubah dari negatif menjadi positif. Hasil dari penelitian ini return loss hasil simulasi dan fabrikasi terdapat sedikit perbedaan, hasil fabrikasi nilai return loss optimum yang didapat sebesar -25,62 dB pada frekuensi 897 MHz, sedangkan pada frekuesi 900MHz return loss yang didapatkan sebesar -20,17 dB. Sementara dari hasil simulasi nilai return loss -36,11dB pada frekuensi 900 MHz. Nilai VSWR simulasi sebesar 1,032 dan VSWR pengukuran 1,106, perbedaan nilai yang dihasilkan pada saat pengukuran disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, kurang presisinya fabrikasi antena serta pengaruh dari impedansi yang dihasilkan oleh konektor yang menghubungkan antena dengan network analyzer. Pola radiasi directional dimana nilai terbaik didapat saat antena diputar secara horizontal selama pengujian, dengan nilai gain simulasi sebesar 3,92 dBi dan gain pengukuran 3,638 dBi. Dari hasil antena yang telah difabrikasi, luas antena telah tereduksi sebesar 59,13% dari simulasi antena awal sebelum dilakukannya proses miniaturisasi. &#13;
 &#13;
Kata kunci : Antena Mikrostrip, Patch Circular, Slits, frekuensi GSM.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PA Teknik Elektronika Telekomunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>PA TET</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Politeknik Caltex Riau Politeknik Caltex Riau</physicalLocation>
  <shelfLocator>PA TET</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PA1420301042</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan PCR (R)</sublocation>
    <shelfLocator>PA TET</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9996</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-05-06 08:32:40</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-23 11:06:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>